Makanan Khas Imlek

Posted: January 22, 2012 in Makanan & Minuman, Tradisi
Tags: , , , ,

Hari Raya Tahun Baru Imlek bukan hanya sekedar ritual tahunan biasa dan tradisi budaya saja, tetapi merupakan suatu tradisi budaya yang sekaligus menyatu dengan kepercayaan. Hidangan-hidangan yang disajikan saat Imlek juga mengandung makna-makna simbolik. Masyarakat Tionghoa pada umumnya selalu menyediakan makanan-makanan berikut yang dipercaya memiliki makna tersendiri tentang harapan kehidupan manusia.

  1. Kue Keranjang
    Kue ini wajib tersedia di setiap perayaan Imlek. Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, mempunyai tekstur yang kenyal dan dicetak dalam bentuk keranjang ini biasanya disantap sebelum menyantap nasi pada malam Tahun Baru Imlek. Kue ini dipercaya menjadi suatu pengharapan agar selalu beruntung sepanjang tahun. Selain kue keranjang ada pula kue lapis legit yang melambangkan datangnya rezeki yang berlapis-lapis dan saling tumpang tindih. Kue biasa dibuat lebih manis daripada biasanya, sebab dengan demikian diharapkan di tahun mendatang jalan hidup akan menjadi lebih manis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
  2. Jeruk
    Jeruk menjadi buah yang wajib dan diusahakan jeruk masih memiliki daunnya sebab ini melambangkan kemakmuran yang akan selalu tumbuh terus. Jeruk mandarin besar menggambarkan kekayaan sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan.
  3. Ayam, Bebek, dan Ikan
    Sajian bebek adalah simbol kesetiaan dan ketaatan sementara ayam dan ikan sebagai simbol kebahagiaan dan keberuntungan, oleh karena itu sebaiknya disajikan secara utuh.
  4. Mie
    Mie merupakan salah satu makanan wajib di hari raya imlek yang melambangkan panjang umur terutama Siu Mie / Shou Mian yang berarti mie panjang umur. Kabarnya, mie ini harus disajikan tanpa putus dari ujung awal ke ujung akhir. Jadi benar-benar merupakan satu untaian mie sebab dengan demikian diharapkan umur kita pun tidak akan putus.
  5. Nanas Merah
    Simbol dari sebuah perayaan Imlek agar dalam kehidupan manusia akan selalu berjaya, karena nanas dilambangkan sebagai mahkota raja.
  6. Kolang-kaling
    Selain buah-buahan, masyarakat Tionghoa juga memiliki tradisi makan kolang kaling. Manisan ini memiliki makna agar pikiran bisa menjadi jernih terus. Agar-agar juga termasuk di dalamnya, sebaiknya disajikan dalam bentuk bintang agar kehidupan maupun jabatan di masa yang akan datang bisa menjadi lebih terang dan bersinar.

~ @0zerwz

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s